Santunan Kematian Anggota Partai NAsDem diberikan langsung di Kalibawang

23 03 2012

perwakilan pengurus partai NasDem bertemu dengan ahli waris dari anggota partai NasDem yang meninggal dunia

perwakilan pengurus partai NasDem bertemu dengan ahli waris dari anggota partai NasDem yang meninggal dunia

Kamis, 15/03/2012 bertempat di dusun Pantog Wetan Rt:02 Rw:01 Kalibawang, Kulon Progo DIY ibu Sukinem selaku Ahli Waris dari Alm. Harjo Suprapto menerima bantuan santunan kematian dari Partai NasDem. Pemberian santunan Rp.1.000.000 ini diberikan kepada setiap warga masyarakat yang tergabung dalam partai NasDem yang meninggal dunia. Santunan kematian diserahkan oleh Elhari selaku Ketua Dewan Pembina Partai NasDem Kulon Progo didampingi Albani selaku Sekjen dan  pengurus DPD yang lain.disaksikan Ketua PAC Partai NasDem Kecamatan Kalibawang

Dalam kesempatan ini Ketua 2 DPD Partai NasDem Kulon Progo, Kalis Gatot Raharjo  juga menyampaikan kepada anggota masyarakat setempat sesama warga yang lain untuk bersama-sama membesarkan Partai NasDem demi perubahan yang lebih baik.

Iklan




Kirab Budaya Bagi-Bagi Berkah

17 10 2011

Liputan6.com, Kulon Progo: Minggu (9/10) Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah diramaikan dengan Kirab Budaya Semaken. Pesta budaya yang digelar di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang itu diwarnai beras kuning dan uang receh yang dikumpulkan dari hasil saweran.

Kirab Budaya setahun sekali yang diiringi gending Jawa itu diawali dengan iring-iringan pejalan kaki berpakaian adat Jawa. Pusaka tombak pemberian dari Kadipaten Pakualaman Yogyakarta dibawa serta dalam prosesi tersebut. Selain itu, ada pula replika Masjid Sunan Kalijaga dan gunungan. Para peserta kirab berasal dari empat pedukuhan Semaken, Kedondong, Ngipikrejo, dan Dekso.

Sesampai di depan Masjid Sunan Kalijaga, sembilan ulama mendoakan sesaji agar berguna bagi masyarakat.

Suparman ketua panitia Kirab Budaya mengatakan penghujung acara ditutup dengan pebagian Udig-Udig yakni berupa uang logam yang melambangkan bagi-bagi berkah dari Keraton Yogyakarta. Perebutan gunungan di serambi Masjid Sunan Kalijaga Kalibawang merupakan acara yang ditunggu-tunggu masyarakat. (Vin)

sumber:

http://berita.liputan6.com/read/357193/kirab-budaya-bagibagi-berkah





Jembatan Penghubung Kalibawang-Purworejo Nyaris Putus

22 04 2011

jembatan kalibawang ambrol

jembatan kalibawang ambrol

Kulonprogo, CyberNews. Jembatan penghubung tiga wilayah di Kecamatan Kalibawang nyaris ambrol. Pondasi jembatan di Dusun Degan II, Desa Banjararum, Kalibawang itu longsor dan badan jembatan retak setelah terguyur hujan sangat deras.

Jembatan di atas Sungai Plenggong itu menghubungkan Dusun Kemesu dan Dusun Degan II di Desa Banjararum. Ruas jalan itu merupakan jalan vital karena menjadi jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Kalibawang dengan Kecamatan Girimulyo dan wilayah Kabupaten Purworejo.

“Kalau tidak lewat sini harus memutar sekitar 5 km, itu pun medannya terlalu menanjak,” kata Petugas Babinsa Kecamatan Kalibawang, Sertu Riyanta (37),Senin (4/4).

Salah satu warga, Joko Budi Haryatno (40) mengatakan, longsornya pondasi salah satu sisi jembatan itu terjadi pada Minggu (3/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Pondasi longsor setelah hujan deras mengguyur wilayah itu. Akibatnya parit tidak muat menampung air yang terkumpul dari arah desa sehingga meluber melewati jembatan dan masuk ke pori-pori pondasi.

Pondasi yang ambrol itu sepanjang 10 meter dengan ketinggian 5 meter. Badan jalan di sisi jembatan selebar 4 meter tinggal tersisa dua meter. Selain itu badan jalan di jembatan juga mengalami retak memanjang.

“Begitu terjadi longsor itu saya bersama pemerintah desa langsung melaporkan ke pemerintah kabupaten,” ujar Riyanta.
Akibat ambrol itu, jembatan itu tidak bisa dilewati kendaraan roda empat bermuatan berat. Mengantisipasi agar tidak membahayakan pengguna jalan, warga memasang papan peringatan di persimpangan kedua ujung jembatan.

“Kami memasang peringatan, kendaraan roda empat dilarang lewat. Kalau ada yang melanggar ya resiko ditanggung sendiri,” tegasnya.

Atas kerusakan pondasi yang mengancam ambrolnya jembatan itu warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Sebab jalan itu merupakan satu-satunya jalan bagi warga sehingga sangat vital untuk menunjang aktivitas perekonomian maupun pendidikan anak sekolah.

( Panuju Triangga / CN14 / JBSM )

sumber: http://jateng.gresnews.com/ch/Purworejo/cl/Jembatan/id/2002265/read/1/Jembatan-Penghubung-Kalibawang-Purworejo-Nyaris-Putus





Bakteri Tikus Bunuh 13 Warga Kulon Progo

8 04 2011

KULON PROGO, KOMPAS.com — Bakteri leptosa diketahui sudah membunuh 13 warga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sepanjang tahun 2011 saja. Penderita leptospirosis ke-13 yang meninggal dunia pada Kamis (7/4/2011) adalah Tukiman (57), warga Gerpule, Desa Bajarharjo, Kecamatan Kalibawang. Sementara jumlah penderita terus bertambah dan mencapai angka 153 orang. Tukiman sempat dirawat di RSUD Wates selama satu pekan. Hanya saja, serangan bakteri leptosa yang dibawa oleh tikus telah mengakibatkan korban mengalami gagal ginjal. Hingga akhirnya korban meninggal dunia. “Sebelumnya, selama dua hari dia demam dan kami bawa ke rumah sakit. Di sana diketahui positif terkena leptospirosis,” tutur Ponimin, adik korban. Pada Kamis, jenazah Tukiman dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Hingga menjelang meninggal, kata Ponimin, korban tidak tahu kapan tertular dan mulai terserang penyakit ini. Setiap harinya dia bekerja sebagai petani. Kemungkinan dia tertular dari kencing tikus yang terbawa aliran air di sawah. Pemkab Kulon Progo telah menetapkan kasus leptospirosis sebagai kejadian luar biasa (KLB) terhitung pada akhir Maret lalu. Beberapa pihak sudah dilibatkan untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini.

sumber: http://id.berita.yahoo.com/bakteri-tikus-bunuh-13-warga-kulon-progo-20110407-153441-648.html





Dilindas Truk Terus, Jalan Alternatif Magelang-Yogya Rusak

6 04 2011

ANTARA) – Jalan alternatif Magelang-Yogyakarta di Dusun Serut, Desa Bigaran, hingga Desa Candirejo, Borobudur, mulai rusak karena setiap hari dipadati kendaraan termasuk truk.

Jalan tersebut dipadati kendaraan akibat putusnya Jembatan Pabelan di jalur utama Magelang-Yogyakarta pada Rabu (30/3), kata Kaur Umum Desa Sambeng Teguh Riyanto di Magelang, Selasa.

Ia mengatakan kerusakan jalan mencapai dua kilometer, diduga akibat dilalui truk bermuatan pasir.

Menurut dia, truk bermuatan pasir sering melintas pada malam hari, jumlahnya bisa mencapai 100 truk per hari.

Ruas jalan aspal tersebut rusak di bagian tepi. Bagian bahu jalan berupa tanah liat terlihat ambles bekas ban kendaraan jenis besar. Aspal di bagian tepi juga pecah dan ambles bahkan di beberapa titik telah melebar hingga setengah badan jalan.

Teguh mengatakan, jalan antara Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta dan Borobudur, Magelang, itu dibangun dua tahun lalu dan bukan untuk angkutan berat. Jalan selebar empat meter itu sebelumnya hanya dilalui kendaraan pribadi dan sepeda motor, baik pelintas Magelang-Kulonprogo maupun warga setempat.

Namun, katanya, sejak Jembatan Pabelan di Prumpung Muntilan putus, jalan itu menjadi jalur altenatif dan lebih padat kendaraan.

Warga Desa Sambeng Sodik mengatakan, sejak Jembatan Pabelan dilarang dilalui kendaraan berat, banyak truk melewati jalan tersebut. Selain truk, mobil boks juga banyak melintas.

Ia menyayangkan diloloskannya kendaraan angkutan berat itu masuk dari pertigaan Jagalan Kalibawang, Kulonprogo,

sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/390990/





Kelompok Tani Kakao Terima Rp 454 juta

31 03 2011

Kelompok Tani Kakao Terima Rp 454 juta

KULONPROGO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan sebesar Rp 454 juta untuk pemulihan awal rekonstruksi dan rehabilitasi pasca erupsi Merapi tanaman Kakao yang terdapat di wilayah kecamatan Kalibawang dan Samigaluh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Pedukuhan Slanden, Desa Banjaroyo, Kalibawang. Rabu (30/03) kemarin.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 9 kelompok tani (KT) yang terdapat di kecamatan Kalibawang dan Samigaluh dengan jumlah Rp 50.455.000 untuk masing-masing kelompok, sehingga total dana bantuan yang disalurkan sebesar Rp Rp 454.095.000.
Kepala Dinas dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menuturkan, luas lahan tanaman kakao di Kulonprogo hingga akhir 2010 sebesar 3.398,53 hektar (ha) tersebar di sembilan kecamatan. Luasan paling besar berada di Kecamatan Kalibawang 985 ha, Girimulyo 621,61 ha, dan Kecamatan Samigaluh 285 ha.
“Total produksi Kabupaten Kulonprogo 836 ton. Dengan produktivitas 0,397 ton per ha yang masih di bawah standar produktivitas nasional 1,35 ton per ha,” ungkapnya.
Sejumlah Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan tersebut antara lain dari kecamatan Kalibawang sebanyak 5 KT meliputi Kelompok Tani Sidodadi, Sido Makmur, Langgeng, Ngudi Rejeki dari Desa Banjaroyo dan Mekar Gerbosasi (Banjarharjo). Sedangkan dari Samigaluh 4 kelompok yaitu Menoreh Subur dan Karya Maju (Sidoharjo), Mentes (Pagerharjo) serta Rukun (Ngargosari).
Kegiatan pencanangan tersebut jug dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY Akhmad Dawam, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki, serta masyarakat petani kakao Samigaluh dan Kalibawang.
Bupati Kulonprogo H Toyo S Dipo mengungkapkan tanaman kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Kulonprogo, meskipun tingkat produktivitasnya masih di bawah standar. Untuk itu upaya peningkatan perlu terus dilakukan, antara lain dengan penerapan teknologi dan kerjasama sinergis antara dinas terkait dengan petani .Dirinya juga berharap tanaman kakao dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Saya yakin petani di sini sudah punya ketrampilan memadai untuk melakukan perawatan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini nanti kondisi tanaman akan segera pulih dan produktivitasnya akan lebih tinggi. Saya juga berharap agar dinas terkait juga melakukan pembinaan agar hasil panen meningkat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga melakukan penyerahan secara simbolik alat-alat seperti gunting, gergaji, pupuk organik dan pestisida kepada perwakilan para kelompok tani. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIJ Ir Amad Dawam, Kepala Bappeda Kulon Progo Ir Agus Langgeng Basuki, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir Bambang Tri Budi Harsono, segenap pejabat pemkab serta pengurus KT penerima bantuan.
Salah seorang petani dari Desa Ngargosari, Samigaluh, Kamijo mengatakan, akibat erupsi Merapi kondisi tanaman kakao di Samigaluh hampir semuanya rusak. Kerusakan juga terjadi pada tanaman-tanaman lain seperti cengkeh.
“ Harapan kami, tanaman yang lain seperti cengkeh juga ada program bantuan seperti bibit atau bantuan perawatan,” harapnya. (c4)





Drs. H. Ahmad Dahlan, M.Pd Wafat

31 03 2011

Bagi sivitas akademika MAN 1 Kalibawang, kepulangan kepala MAN 1 Kalibawang,  Drs. H. Ahmad Dahlan, M.Pd, jelas sangat mengejutkan. Hari terakhir guru dan siswa MAN 1 Kalibawang, Selasa, 30 Maret 2015 pak Dahlan, memakai peci putih (peci haji) menjadi imam shalat dzuhur dan memberikan cermah kultum dengan sangat semangat.
Sebagian guru ada yang berbisik, “Ada apa ya pak Dahlan. hari ini kok agak beda”.
Tak henti-hentinya pak Dahlan wanti-wanti kepada guru-guru yang ikut jamaah, “Jadilah guru yang baik, yang diteladani siswa, yang bisa memberi semangat kepada siswa” Beliau juga selalu mengulang-ulang, “Guru diibaratkan sama dengan dokter, siswa harus sering tanya kepada guru, tanpa banyak bertanya, siswa tak akan tahu apa-apa. Percayalah pada guru, guru ingin yang terbaik bagi siswa-siswanya”. Begitulah akhir cerita pertemuan guru dan siswa MAN 1 Kalibawang.
Jam 01.00 Rabu dini hari, Pak Dahlan mengalami rasa sakit dan sesak di dada. Jam 02.00 pak Dahlan wafat. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga segala kesalahannya diampuni dan diberikan pahala yang berlipat atas amal baiknya. Selamat jalan Bapak kami, Pak Dahlan.

http://man1kalibawangkulonprogo.blogspot.com/