FKT-OMK KULON PROGO PUKAU MASYARAKAT KALIBAWANG

26 07 2011

Festival Kesenian Tradisional (FKT) Tahun 2011 hasil kreativitas dari Orang Muda Katholik (OMK) Kabupaten Kulon Progo yang dipentaskan Minggu (24/7), di Lapangan Sepace, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang berhasil menyedot perhatian masyarakat luas. Ratusan masyarakat datang berduyun memadati lapangan untuk menyaksikan pentas seni yang ditampilkan oleh grup-grup kesenian dari paroki se-Kulon Progo. Mereka tampak begitu antusias menikmati pagelaran seni tradisional dari 10 grup kesenian yang saat itu tampil menghibur.
Sebelum pentas digelar, acara dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat yang diwakili oleh Romo Pius Riyana Prapdi (Romo Vikjen), ditandai dengan pemukulan kentongan disertai pelepasan burung merpati oleh para tamu undangan. Seperti, Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Kepala Dinas Budparpora Eko Wisnu Wardana, SE, Kepala Bagian TI dan Humas Rudy Widiatmoko, S.Sos, Ketua Penyelenggara Y. Adven Tody serta undangan lainnya.
Menurut Y. Adven Tody FKT merupakan agenda tahunan yang digagas oleh OMK Rayon Kulon Progo. Acara tersebut, bertujuan untuk melestarikan budaya adiluhung yang dimiliki oleh bangsa Indonesia serta memperkenalkan kepada generasi muda bangsa. “Kami harap dengan even seperti ini identitas kita sebagai bangsa yang miliki kekayaan budaya yang adiluhung tidak tergerus oleh globalisasi,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti FKT sangat diperlukan sehingga kedepan acara tersebut akan selalu dilaksanakan sebagai even tahunan dari OMK Rayon Kulon Progo. Dalam FKT Tahun 2011, ada 10 grup kesenian yang tampil dari masing-masing paroki se-Kulon Progo. Kesepuluh grup kesenian tersebut menampilkan beberapa seni tradisional seperti, tari gambyong, reog sureng, tari jathilan topeng, wayang suket, solawat badui, sendratari kontemporer dan lainnya.
Tody menambahkan, even tersebut juga bertujuan untuk membangun persaudaraan lintas agama agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Karena dalam seni diyakini terdapat kebersamaan, kerukunan dan persatuan yang erat. Sehingga kebersamaan dalam seni tersebut akan memberi imbas kepada kerukunan kehidupan beragama dan bisa mempererat rasa persatuan dan kesatuan, lanjutnya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo yang saat itu diwakili oleh Kepala Disbudparpora Eko Wisnu Wardhana, SE dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan seperti FKT sangat diperlukan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional. Karena kegiatan tersebut, dapat menumbuhkan kreativitas bagi anak-anak maupun orang dewasa. “Dengan seni hidup akan menjadi lebih indah sehingga bisa mendukung perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan,” katanya.
Untuk itu, seni yang selama ini telah berkembang dan dimiliki oleh bangsa Indonesia hendaknya selalu dijaga kelestariannya. Jangan sampai seni yang selama ini telah kita miliki seta merta diaku dan diklaim oleh bangsa lain menjadi milik mereka. Saya berharap anak-anak kita masih bisa menikmati dan mewarisi seni yang adiluhung ini, lanjut Toyo.(MC)

sumber: http://www.kulonprogokab.go.id/v2/FKT-OMK-Kulon-Progo-Pukau-Masyarakat-Kalibawang_1588

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: