Kelompok Tani Kakao Terima Rp 454 juta

31 03 2011

Kelompok Tani Kakao Terima Rp 454 juta

KULONPROGO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan sebesar Rp 454 juta untuk pemulihan awal rekonstruksi dan rehabilitasi pasca erupsi Merapi tanaman Kakao yang terdapat di wilayah kecamatan Kalibawang dan Samigaluh. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Pedukuhan Slanden, Desa Banjaroyo, Kalibawang. Rabu (30/03) kemarin.
Bantuan tersebut disalurkan kepada 9 kelompok tani (KT) yang terdapat di kecamatan Kalibawang dan Samigaluh dengan jumlah Rp 50.455.000 untuk masing-masing kelompok, sehingga total dana bantuan yang disalurkan sebesar Rp Rp 454.095.000.
Kepala Dinas dan Kehutanan Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono menuturkan, luas lahan tanaman kakao di Kulonprogo hingga akhir 2010 sebesar 3.398,53 hektar (ha) tersebar di sembilan kecamatan. Luasan paling besar berada di Kecamatan Kalibawang 985 ha, Girimulyo 621,61 ha, dan Kecamatan Samigaluh 285 ha.
“Total produksi Kabupaten Kulonprogo 836 ton. Dengan produktivitas 0,397 ton per ha yang masih di bawah standar produktivitas nasional 1,35 ton per ha,” ungkapnya.
Sejumlah Kelompok Tani yang mendapatkan bantuan tersebut antara lain dari kecamatan Kalibawang sebanyak 5 KT meliputi Kelompok Tani Sidodadi, Sido Makmur, Langgeng, Ngudi Rejeki dari Desa Banjaroyo dan Mekar Gerbosasi (Banjarharjo). Sedangkan dari Samigaluh 4 kelompok yaitu Menoreh Subur dan Karya Maju (Sidoharjo), Mentes (Pagerharjo) serta Rukun (Ngargosari).
Kegiatan pencanangan tersebut jug dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY Akhmad Dawam, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki, serta masyarakat petani kakao Samigaluh dan Kalibawang.
Bupati Kulonprogo H Toyo S Dipo mengungkapkan tanaman kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Kulonprogo, meskipun tingkat produktivitasnya masih di bawah standar. Untuk itu upaya peningkatan perlu terus dilakukan, antara lain dengan penerapan teknologi dan kerjasama sinergis antara dinas terkait dengan petani .Dirinya juga berharap tanaman kakao dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Saya yakin petani di sini sudah punya ketrampilan memadai untuk melakukan perawatan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini nanti kondisi tanaman akan segera pulih dan produktivitasnya akan lebih tinggi. Saya juga berharap agar dinas terkait juga melakukan pembinaan agar hasil panen meningkat,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati juga melakukan penyerahan secara simbolik alat-alat seperti gunting, gergaji, pupuk organik dan pestisida kepada perwakilan para kelompok tani. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIJ Ir Amad Dawam, Kepala Bappeda Kulon Progo Ir Agus Langgeng Basuki, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir Bambang Tri Budi Harsono, segenap pejabat pemkab serta pengurus KT penerima bantuan.
Salah seorang petani dari Desa Ngargosari, Samigaluh, Kamijo mengatakan, akibat erupsi Merapi kondisi tanaman kakao di Samigaluh hampir semuanya rusak. Kerusakan juga terjadi pada tanaman-tanaman lain seperti cengkeh.
“ Harapan kami, tanaman yang lain seperti cengkeh juga ada program bantuan seperti bibit atau bantuan perawatan,” harapnya. (c4)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: