Banjir Lahar, Ratusan Warga Mengungsi

20 03 2011

MAGELANG– Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi sejak pukul 16.00 hingga malam kembali mengakibatkan banjir lahar dingin di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi.

Di antaranya, Kali Opak, Kali Boyong, Sungai Code, Sungai Winongo, Kali Mambu, Kali Gajahwong, dan Kali Putih.

Akibatnya, ratusan warga Kecamatan Salam dan Kecamatan Ngluwar,

Kabupaten Magelang yang berada di bantaran Kali Puti dan warga di bantaran Sungai Code terpaksa mengungsi. Tanggul Kali Putih di Desa Sirahan dan Desa Seloboro jebol akibat diterjang lahar dingin. Luapan air dan material lahar dingin masuk ke rumah mereka yang berada di sepanjang bantaran Kali Putih.

Yunan Fanani (52), perangkat Desa Seloboro mengatakan, sebanyak 118 jiwa dari 36 keluarga di Desa Seloboro terpaksa diungsikan ke SD Negeri Seloboro 1, Kecamatan Salam. ”Dua jembatan yang berada di perbatasan Kecamatan Salam dan Kecamatan Ngluwar tidak bisa dilewati karena sudah tertutup material vulkanik.”
Hingga semalam petugas Tim SAR Kabupaten Magelang masih melakukan proses evakuasi ratusan warga. Suhardi, ketua RT 13, RW 5, Kampung Sayidan, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan mengatakan, hampir semua rumah di bantaran Sungai Code tergenang air. ”Jumlahnya mencapai puluhan rumah,” katanya.

Hingga semalam, kata dia, sejumlah warga masih mengungsi di Balai RK setempat dan rumah warga yang dianggap aman. ”Beberapa orang ronda di sepanjang Sungai Code. Sedangkan lainnya menguras air yang masuk ke rumahnya,” jelasnya.

Dia mengatakan, kondisi paling parah terjadi di Kampung Jogoyudan, Kelurahan Gowongan, Tukangan, Kelurahan Tukangan, Beji Kelurahan Pakualaman, Ratmakan, Kelurahan Ngupasan, Sayidan, Prawirodirejan, Kelurahan Prawirodirjan, Parakan Kelurahan Mergangsan.

Ada sebuah rumah di Nitikan, Umbulharjo yang roboh akibat diterjang banjir. Suhardi mengatakan, hingga pukul 22.00 ketinggian air di Sungai Code masih setinggi talud. ”Jalan di bantaran Sungai Code di kampung kami ada yang rusak karena tidak kuat menahan terjangan air sungai,” katanya.
Jalan Tertutup

Sementara itu, luapan material vulkanik dari Kali Putih sampai di Jalan Magelang-Yogyakarta. Material itu menutupi jalan setebal 1,5 meter dengan panjang sekitar 500 meter sehingga jalur Magelang-Yogyakarta terpaksa dialihkan.

Petugas SAR dan Polres Magelang yang mendapatkan informasi dari Pos Pengamatan Merapi Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang, bahwa banjir sudah melewati Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, tepatnya di KM 13, langsung menutup jalan dengan memasang tiga portal penghalang.
Meski demikian, ada beberapa pemakai jalan terutama kendaraan bermotor yang menerobos portal. Mereka ingin menyaksikan banjir.

Hingga berita ini diturunkan jalan masih dialihkan. Untuk jalur dari arah Magelang dialihkan dari depan kantor Polsek Muntilan berbelok kekanan menuju ke Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Magelang kemudian menuju ke Kecamatan Ngluwar dan kearah Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta.

Sebaliknya dari arah Yogyakarta menuju ke Magelang dialihkan dari Kecamatan Tempel, Sleman, Yogyakarta menuju ke arah Ngluwar dan masuk ke Kabupaten Magelang melalui Kalibawang.

Untuk membersihkan material banjir lahar dingin di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, petugas Bina Marga Jateng menurunkan lima alat berat, terdiri dari tiga eskavator dan dua alat berat jenis loder. (sgt,dtc-71)

sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/03/20/140604/Banjir-Lahar-Ratusan-Warga-Mengungsi


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: