Disnakertrans Kehabisan Mi instan untuk Bantu Korban Bencana

1 10 2010

akarta, 29/9 (SIGAP) – Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kehabisan stok mi instan sehingga dikhawatirkan tidak bisa memberikan bantuan tanggap darurat di wilayah rawan bencana alam di daerah ini.

“Kami khawatir, kalau ada bencana alam, maka kebutuhan tanggap darurat seperti mi instan tidak bisa diberikan karena stok habis, sedangkan persediaan beras dan ikan kaleng masih tersedia,” kata Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo Untung Waluyo, di Wates.

Empat kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yang rawan dilanda bencana tanah kongsor dan angin puting beliung, yaitu Kecamatan Kalibawang, Kokap, Kalibawang, dan Girimulyo. Dirinya mengatakan Disnakertran Kulon Progo sudah membuat proposal untuk mengajukan bantuan sosial ke Kementerian Sosial sehingga sewaktu-waktu ada bencana maka siap memberikan bantuan ke daerah yang terkena bencana di kabupaten ini.

“Kami sudah mengajukan bantuan kebutuhan logistik yang ke Kementerian Sosial dan sudah melaporkan berbagai bencana alam yang terjadi di Kulon Progo belakangan ini agar segera dikirim bantuan logistik,” katanya.

Dirinya mengatakan bantuan logistik hingga kini sudah tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Kulun Progo, khususnya untuk wilayah yang dinilai rawan bencana alam seperti tanah longsor dan angin puting beliung.

“Bantuan logistik sudah siap di setiap kecamatan baik itu berupa perlengkapan tanggap darurat seperti terpal, panci, tikar, minyak goreng, beras, dan gula. Nanti, kalau ketersedian kurang, kami akan menambah persediaan. Namun, kami hingga kini masih kehabisan stok mi instan,” katanya.

Kekurangan mi instan ini untuk korban bencana ini mengundang keprihatinan.  Fathorahman, dosen Universitas Islam Negeri Yogyakarta (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menyesalkan keadaan ini. “Saya tidak habis pikir bagaimana bisa sampai kekurangan mi. Padahal wilayah Yogyakarta dan sekitarnya masih mudah terjangkau,” katanya kepada SIGAP, Rabu (29/9).

Masalah sesungguhnya bukan kekurangan mi, tapi koordinasinya, barangkali lemah. Oleh sebab itu, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Yogyakarta ini berharap agar dijalin komunikasi yang intens antar beberapa instansi  pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan masyarakat  Yogya. “Saya kira tidak sulit menginformasikan masalah ini. Apalagi sarana informasi saat ini cukup memadai,” katanya.

Lebih lanjut, alumnus Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengatkan, “Saya kira ini masalah manajemen bencana. Terus terang, inilah kelemahan kita. Manajemen bencana yang rendah dan lemah,” kata Fathorrahman. (sofyan badrie/ant)

sumber: http://www.sigapbencana-bansos.info/berita/4785-disnakertrans-kehabisan-mi-instan-untuk-bantu-korban-bencana.html

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: