Kulonprogo rawan peredaran rokok ilegal

29 07 2010

KULONPROGO: Pasar-pasar tradisional di wilayah Kulonprogo, khususnya yang berdekatan dengan daerah perbatasan, rawan peredaran produk rokok ilegal. Para pedagang diminta hati-hati agar tidak menerima produk rokok tanpa pita cukai.

“Di pasar tradisional Kulonprogo terutama perbatasan masih rawan masuknya produk rokok ilegal dari luar daerah. Produk yang beredar biasanya dari industri berbasis rumah tangga,” kata Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kulonprogo Nurjati Purnomo saat Penyuluhan Perdagangan Produk Hasil Tembakau di Balai Desa Banjararum Kalibawang, Kulonprogo Selasa (27/7).

Pada acara yang dihadiri 50 pedagang dari empat pasar tradisional di Kalibawang yakni pasar Dekso, Pasar Jagalan, Klangon, dan Degan, juga hadir Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai DIY Andriani Wuryastuti.

Salah seorang pedagang di Pasar Dekso, Kalibawang, mengungkapkan pada kurun waktu sekitar 2008-2009 dirinya pernah diminta seorang distributor untuk melepas pita cukai sebuah produk rokok yang tak laku-laku untuk dan diberi imbalan Rp1000,- per pita.

Berdasarkan informasi kantor bea cukai, lanjut Nurjati, Kulonprogo saat ini memang tak ada industri rokok berbasis rumah tangga. Namun Kulonprogo di bagian barat secara geografis berbatasan langsung dengan Purworejo yang selama ini dikenal memiliki banyak industri rokok berbasis rumah tangga. (Harian Jogja/Pribadi Wicaksono/NUC/on)

sumber: http://www.harianjogja.com/beritas/detailberita/HarjoBerita/16675/kulonprogo-rawan-peredaran-rokok-ilegal-view.html


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: