Kirab Budaya Jumat Pon Ritual Tahunan Digelar Lima Hari

9 07 2010

KULONPROGO-Warga Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo menggelar ritual
Kirab Budaya Jumat Pon. Ritual ini diadakan selama lima hari, dimulai dengan pengajian akbar, kegiatan sosial pengobatan gratis, kirab gunungan dan diakhiri dengan pagelaran kesenian Jaburan dengan  lakon Marmoyo Marmadi Ngaji Ing Sam tadi malam.

Ritual tahunan yang bertujuan untuk mengucap syukur atas berkah Tuhan ini diikuti  oleh warga dari empat pedukuhan, yakni Semaken, Kedondong, Ngipikrejo dan Dekso.  Sejumlah gunungan dan benda pusaka desa disiapkan oleh warga untuk dikirabkan  dari bekas Kelurahan Kedondong menuju Masjid Jami’Sulthoni Sunan Kalijaga yang  berjarak  1 km.

Pusaka yang dikirab adalah tombak pemberian Keraton Jogjakarta,  sedangkan gunungan yang dibawa berupa tumpeng rosulan, gunungan geblek (makanan  khas Kulonprogo),  gunungan palawija dan  gunungan hasil panen warga. Sesampainya di halaman masjid, rombongan kirab dan warga melakukan doa bersama. Kemudian gunungan dirayah (diperebutkan) oleh warga.
“Upacara adat ini dilakukan setiap tahun tepat pada Jumat Pon usai panen di musim kemarau (penghujan)  sebagai ucapan syukur atas hasil panen yang melimpah dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan,” jelas  Ketua Panitia Kirab Budaya Jumat Pon, Suparman.
Menurut Suparman,  acara ini digelar pertama kali pada 1920 silam. Ketika itu ada wabah penyakit mematikan, meski sudah keliling mencari obat, musibah  itu tak bisa hilang. Hingga akhirnya tokoh masyakarat dan tokoh agama berkumpul dan melakukan doa bersama pada Jumat Pon.  Ajaib, wabah penyakit itu berangsur-angsur hilang.  Dan hingga sekarang doa bersama setiap Jumat Pon tetap diadakan, hanya saja diadakan seusai panen di musim kemarau.

Meski demikian, untuk upacara besar-besaran, baru diadakan selama empat kali, di tahun 1920, 1940, 2009 dan 2010 ini.  “Kendati baru diadakan secara besar-besaran selama dua tahun ini, namun setiap
tahunnya warga tetap mengadakan doa bersama di Masjid Jami ini,” terangnya.
Kabag Pemerintahan Desa Banjararum Sabarno menambahkan, doa bersama yang dilakukan ini diikuti oleh semua warga tidak hanya penganut agama Islamsaja, tetapi lintas agama. Kedepannya,  upacara desa ini tetap akan diadakan sebagai salah satu agenda rutin agar menarik perhatian warga dari luar Kulonprogo ke Kalibawang.  “Kedepan akan dikemas lebih menarik, dan akan diagendakan sebagai kegiatan  rutin,” katanya. (ila) sumber: http://www.radarjogja.co.id/berita/utama/8892-kirab-budaya-jumat-pon.html

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: