Akses jalan Dua Kecamatan Putus Tebing Perbukitan Menoreh Longsor 30 Mei 2010 | 16:56 wib | Daerah

10 06 2010

Kulonprogo, CyberNews. Kabupaten Kulonprogo DIY kembali dilanda bencana tanah Longsor. 420 warga di Desa Sidoharjo Samigaluh terisolir, 1 rumah penduduk di Desa Banjaroyo dan 2 rumah Banjarasri Kalibawang tertimbun tanah berlumpur.

Jalan utama didua kecamatan yang merupakan jalan kabupaten tersebut putus total akibat longsoran tebing sepanjang 50 meter yang menutupi badan jalan setinggi 1,5 meter. Hingga warta ini diturunkan, bantuan dari petugas DPU Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kulonprogo belum meluncur ke lokasi musibah. Puluhan anggota Danramil I Kalibawang terjun langsung membantu warga.

Mujiman (50) Kasi Trantib Kecamatan Kalibawang mengatakan bencana alam akibat dari hujan deras yang turun sejak Jumat (28/5) malam pukul 20.00 WIB hingga dini hari ditambah Sabtu (29/5) pukul 13.00 sampai 17.00 WIB diperbukitan menorah mengakibatkan sembilan titik tanah longsor.

Lima titik di Desa Banjarasri dan empat titik di sepanjang jalan arah goa marya atau batu brencong dipedukuhan Boro Suci yang menutup akses jalan dukuh tersebut.

Kamidi (63) dusun Tiban warga RT 7 RW 13 Desa Banjarasri korban tanah longsor yang rumahnya rusak parah menyatakan kemarin ia baru kerja bhakti dirumah tetanganya.

Istrinya Kasini (63) baru pulang dari sawah. “Pada pukul 15.00 saya dikabari istri saya kalau rumah saya tertimbun longsor,” ujarnya.

Akibat dari itu, dua ruang depan rumahnya tertimbun tanah. Tanah berlumpur juga menjebol tembok kamar tidur dari batu bata dan mengubur dipan, VCD, Kursi, dan televisi miliknya. “Kerugian saya berjumlah 10 juta lebih,” ujarnya.

Kades Sidoharjo Budi Hutomo Putro menandaskan kini warga harus berjalan kaki agar bisa melewati jalan tersebut. Kendaraan roda dua dan roda empat harus memutar hingga belasan kilometer karena angkutan tak ada.

Diakuinya untuk memulihkan dan membuka akses jalan yang tertimbun longsor dibutuhkan alat berat. Pasalnya warga tak mampu memulihkan debit tanah yang liat dengan longsornya tebing dipinggir jalan yang amat berat tersebut. Ditambahkannya lambatnya pemerintah yang menanggulangi musibah tersebut menjadi indikasi kurang respek atas musibah yang menimpa warganya. “Ya beginilah keadaannya,” ujarnya dengan apa adanya.

Sampai saat ini warga masih terus menyelesaikan timbunan longsor. Cuaca mendung dan kemungkinan turunnya hujan deras kembali, dikhawatirkan warga akan terjadi longsoran susulan. Mereka sangat cemas karena para korban bencana belum ada bantuan sama sekali.

Rencana penanggulangan dan pencegahan yang memadai dari Pemda Kulonprogo sangat diharapkan warga dalam waktu secepat cepatnya. “Keadaan tanggap darurat meski segera disiagakan,” pungkasnya.

( Yudi Hadiyanto /CN13 )

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: