Penyakit Chikungunya Meluas ke Kalibawang 19/02/2010 08:27:29

2 05 2010

KALIBAWANG (KR) – Penyakit chikungunya di Kulonprogo meluas hingga di wilayah Desa Banjaroyo dan Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Sebelumnya penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini hanya dijumpai di wilayah Kecamatan Kokap dan Kecamatan Samigaluh.

Kepala Puskesmas Kalibawang dr Riyanto CH dan petugas Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Puskesmas Kalibawang Slamet Budiharjo yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/2) mengungkapkan di wilayahnya diketahui ada warga terkena penyakit chikungunya awal Februari lalu.
”Selama dua tahun bertugas di Kalibawang, baru kali ini menjumpai kasus warga di wilayahnya sakit dengan kecurigaan terkena Chikungunya. Puskesmas sudah mengambil tindakan cepat agar serangan tidak meluas ke daerah lain,” kata dr Riyanto.
Slamet Budiharjo menjelaskan penyebaran penyakit chikungunya berada di wilayah Dukuh Duren Sawit, Desa Banjaroyo dan di wilayah Dukuh Lebeng, Desa Banjarasri. Dari hasil pendataan bulan Februari 2010 hingga hari Sabtu (13/2) penderita hikungunya di Desa Banjaroyo sebanyak 25 orang dan di Desa Banjarasri sebanyak 38 orang.
Penyebaran penyakit tersebut di Kulonprogo cukup mencemaskan meluas ke wilayah tetangga sekitar. Sebelumnya di wilayah Kecamatan Kalibawang tidak ada warga yang terkena Chikungunya. ”Terakhir sudah ada laporan dua warga di wilayah Dukuh Kali Sentol, Desa Banjarharjo dicurigai terkena Chikungunya,” kata Slamet Budiharjo.
Lebih lanjut Riyanto menjelaskan Puskesmas sudah melakukan tindakan medis dengan pengobatan jalan bagi warga yang dicurigai terkena Chikungunya. Kemudian mengambil sampel darah penderita untuk penyelidikan epidemiologi di laboratorium dan melaporkan ke Dinas Kesehatan Kulonprogo.
Untuk menunggu hasil penyelidikan epidemiologi di laboratorium dan tindakan lebih lanjut dari Dinas Kesehatan, jelasnya memberikan penyuluhan kesehatan pemberantasan sarang nyamuk dan membagi-bagikan abate. ”Melalui pemberantasan sarang nyamuk lebih efektif mengendalikan penyebaran penyakit tersebut,” jelasnya.
Riyanto tidak memperkirakan penyebaran penyakit chikungunya meluas hingga di wilayah Kecamatan Kalibawang. Diketahui pertama kali di Kulonprogo ada penyakit tersebut di wilayah Kecamatan Kokap dan Samigaluh. Hanya dalam waktu tidak lama, warga di wilayahnya ada yang sakit dengan gejala awal mengarah terkena Chikungunya.
Sedangkan Kepala Desa (Kades) Banjarharjo Suwarto yang ditemui terpisah mengungkapkan kecemasannya terhadap penyebaran penyakit chikungunya meluas hingga di wilayahnya. Pemerintah desa terakhir menerima laporan ada warganya di wilayah Dukuh Kalisentul, ada yang sakit.
”Baru saja menerima informasi dua warga di wilayah Banjarharjo ada yang sakit. Belum diketahui apakah sakitnya chikungunya atau bukan. Sakitnya, katanya pusing-pusing,” kata Suwarto. (Ras)-k


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: