Tenun Tradisional Ditinggal

23 03 2010

Senin, 22 Maret 2010 | 13:54 WIB

KULON PROGO, KOMPAS – Produksi kain tenun tradisional di Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo, terus turun karena tidak laku. Kain tenun pabrikan yang harganya jauh lebih murah menggusur kain tenun itu.

Pengurus Koperasi Tenun “Mumbul” Surdiwiyatno mengatakan, saat ini pihaknya hanya mampu menghasilkan sekitar 900 meter kain per bulan. Jumlah tersebut turun 50 persen dibandingkan produksi 10 tahun lalu.

“Sekarang ini kami hanya membuat lima jenis kain, yaitu serbet, lap pel, sarung, bahan seragam, dan handuk. Rata-rata 6 meter per hari. Padahal, dulu bisa 10 meter,” kata Surdiwiyatno, pekan lalu.

Pengurangan produksi dilakukan karena kain tenun produksi koperasi kini tidak lagi dijual di pasar atau toko. Pembelinya terbatas seperti yayasan, organisasi keagamaan, atau sekolah. Ditambahkan Sukidi (45), anggota koperasi, kain tenun dari Banjarasri tidak diminati karena harganya. Harga kain ukuran 65 sentimeter x 100 cm berkisar Rp 12.000-Rp 35.000 per potong. Sementara harga kain sejenis buatan pabrik hanya separuhnya.

Lebih berkualitas

Namun, kualitas kain tenun tradisional jauh lebih berkualitas dari kain pabrik. Menurut Sukidi, hal ini bisa dilihat dari kerapatan benang. Kerapatan kain tenun mencapai 14 benang per sentimeter persegi, sedangkan kain pabrik biasanya kurang dari 10 benang.

Selain itu, kain tenun menggunakan bahan baku benang kapas asli sehingga terasa lebih halus, dingin, dan menyerap keringat. Tingginya standar mutu membuat harga kain tenun sulit diturunkan.

“Kami juga harus membayar tenaga kerja. Ada 15 orang penenun yang ada di Banjarasri. Sebelumnya, jauh lebih banyak, tetapi satu per satu mengundurkan diri dan memilih bekerja di bidang lain yang lebih menjanjikan,” kata Sukidi.

Surdiwiyatno berharap pemerintah daerah membantu pemasaran produk. Jaminan pemasaran akan menyelamatkan kain tenun tradisional. (YOP)

Iklan

Aksi

Information

2 responses

2 05 2010
sehatnews

nice posting boz…
kl ada waktu maen2 ke sehatnews ya…

25 05 2010
yulee

ya,, maksih atas partisipasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: