Wah… Pasar Kuno Jadi Pangkalan Ojek Kamis, 7 Januari 2010 | 17:41 WIB

23 01 2010

KULON PROGO, KOMPAS.com – Kondisi pasar tradisional yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda di Dusun Potronalan, Desa Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, DIY, rusak dan terlantar. Sisa bangunan pasar kini justru dimanfaatkan warga sebagai pangkalan ojek.

Oleh masyarakat sekitar, pasar yang berada persis di depan jalan masuk menuju obyek wisata religius Sendang Sono itu diberi nama Pasar Bendo. Pasar itu menempati lahan seluas kira-kira 100 meter persegi dan terdiri dari tiga bangunan los yang masing-masing berukuran lebar sekitar tiga meter dan panjang 16 meter.

Los dibuat dari rangka besi, termasuk atapnya. Akan tetapi, besi atap sudah banyak yang keropos dan berkarat karena dimakan usia. Beberapa bagian atap pasar sudah bolong karena genting-gentingnya melorot akibat kehilangan penyangga.

Terdapat tulisan 1930 di dinding fondasi rangka bangunan. Warga meyakininya sebagai tahun pendirian pasar. Menurut Priyo Gani Waskito (50), warga Potronalan, Pasar Bendo sempat menjadi salah satu pasar terbesar di sekitar Kalibawang dan Muntilan, Jawa Tengah, saat masa perang kemerdekaan. Pasar tersebut ramai di hari pon dan kliwon menurut sistem kalender Jawa.

“Sejak tahun 2000, satu per satu pedagang mulai meninggalkan Pasar Bendo dan beralih ke pasar lain yang mulai tumbuh seperti di Dekso atau Muntilan,” kata Priyo, Kamis (7/1/2010).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: